what i listened to while i read this
jemari tangan kananku dengan susah payah menadahi salah satu sisi wajah. kantuk menyerang tak gentarnya pada jam pelajaran bisnis. riuh kelas yang penuh dengan peluh dan keluh memperkeruh suasana. meski begitu, aplikasi notes pada layar Mac ku terus kutuangkan isi materi dari bu guru. yah, meski aku juga tak yakin semua hal telah kupahami betul. tak apalah. yang penting aku sudah berusaha mendengarkan. karena sejatinya yang tulus akan lebih bermakna dariapda yang hanya memiliki fulus.
maaf meracau.
kita lanjut ke kelas. tadinya aku benar-benar ingin melahap semua penat dan membawanya ke alam mimpi. tapi beruntungnya aku karena para sahabat seketika hadir dan menyamankan diri duduk di sebelah. sesekali mereka mengajakku berbincang, menertawakan lelucon tak masuk akal yang agaknya hanya kami yang pahami, atau bahkan terkadang ia juga melayangkan pertanyaan berat tentang inti sari narasi bu guru di depan layar. sedikit demi sedikit capai ini lenyap. dan rasa sayang pun berkembang.
tak ada aba-aba lonceng istirahat berkumandang, namun dengan sendirinya kami membebaskan diri dari kelas dan berhambur pada waktu bebas. pukul 8.20 tepatnya, aku dan salah seorang, atau salah dua, terkadang salah tiga dari ribuan teman, berjalan berdampingan menuju kantin atau koperasi. dijajakannya kami aneka makanan ringan. perjalanan yang menempuh waktu lebih dari 60 detik itu menjadi air yang lagi-lagi menumbuhkan persahabatan. lagi-lagi kami memanfaatkan waktu untuk mengobrol tentang segala yang ada di dalam pikiran. kadang ia datang dengan mimpinnya, aku membawa rencana, kami akhiri dengan amin serta doa, dan lain sebagainya.
suatu saat pada siang yang hangat, di kelas kimia, tampak semrawut air mukaku menarik simpati para sahabat. mereka pun datan silih berganti, menanyakan kabar, memberi semangat, atau sekadar memberiku ruang sendiri untuk menikmati rasa sedih ini. apapun yang mereka berikan, percayalah, akan selalu tersematkan dalam benakku. dan aku sangat bersyukur akan hal itu.
sekali lagi aku berharap ada hal lain yang dapat kutuliskan. tapi sepertinya takkan pernah cukup sebuah laman daring untuk memanifestasikan bahagiaku yang raksasa. lantas hanya dapat kupersembahkan rapalan dini hari pada yang di atas, harapan atas kesejahteraan, panjang umurnya kebaikan, dan semua ini untuk kalian, para teman pembaca.
amin.
—Minggu, 27 Maret 2022 pukul 18.33
No comments:
Post a Comment