Sunday, June 25, 2023

dunia

what i listened to while i read this



kutumpukan kedua tanganku pada lutut yang telah melampau puluhan ribu kilo. berangsur-angsur napas yang tadinya tersengal mulai menyesuaikan diri. setelah akhirnya sampai di garis merah yang melintang jalan, kutatap keadaan sekitarku. lengang. perlombaan telah selesai. gagap gempita yang tadinya memenuhi tempat telah meleraikan diri, bubar.


dari belakang arahnya, sebuah tangan menepuk pundak kananku. 


“selamat, ya.”


aku mengangguk tegar. 


kedua pasang mata kami bertemu. tak kuasa aku melepas ikatan ini. mata itu.. meski indah, meski selalu berhasil menyibakkan gundah, tiap detik pertemuan kami kali ini lebih memilih untuk menyiratkan rasa layu. semakin lama semakin nestapa rasanya.


tapi daripada sebuah tangisan, tawa payaulah yang keluar dari bibir ini. “ini nggak akan jadi yang terakhir, kan?” kupaksakan diri untuk brepaling dari wajahnya dan melanjutkan, “ini bukan akhir dari dunia.”


ia menundukkan kepala. sepersekian detik kemudian tangannya meraih lenganku. setelah penyusuran singkatnya dari siku hingga pergelangan tangan, jemarinya yang panjang itu berakhir pada genggaman erat pada jari-jariku. 


“tapi kamulah duniaku.”


lagi-lagi aku membohongi diri. 


“apa, sih? alay.”


mata kami sama-sama berbinar. tapi miliknya lebih tepat untuk dikatakan berlinang. 



—Selasa, 30 Mei 2023 pukul 02.27


ditulis di negeri raflesia, dipublikasikan di negeri tulip.

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...