what i listened to while i read this
sunyi memenuhi isi percakapan kita.
dapat kurasai bahwa hawa senyap ini membuatmu gugup, yang juga menular padaku. ketika tanganku tak berhenti mengetuk meja resepsionis, kamu berlagak tidak nyaman, yang sebenarnya tak dapat kubaca jelas, tapi pastinya berbeda.
tunggu, memang aku sering melihatnya? hmmm.
aku pun memulai dengan, “hai.”
“saya hendak bertanya. boleh, kan?”
***
saat aku menyapukan pandangan seantero ruangan, mataku berhenti ketika ia bertabrakan dengan manik mata cokelatnya. ini kali kedelapan dalam seminggu ini. seperti skenario klise pada umumnya, eh, sebentar, sekarang ia bangkit dari duduknya.
masih dengan menatapku lurus, ia mendekatkan diri dan menarik kursi di sebelahku dan bersemayam padanya.
ia memalingkan wajah ke depan untuk menghela napas sejenak sebelum menghadapkan diri padaku lagi.
“hai,” ujarku takut-takut untuk memulai dialog yang tak kunjung bermain meski 2 menit sudah berlalu tanpa suara.
anggukan kikuk ia berikan. “halo, ta.”
aku bukanlah pembaca pikiran, psikolog, atau dukun, tapi nampaknya ada segumpal pikiran yang memaksa ingin keluar tapi tak disanggupi oleh empunya. jadi aku berinisiatif, “saya hendak bertanya. boleh, kan?”
“jadi akhir-akhir ini saya terkadang tidak sengaja melihat anda. maaf sebelumnya, bukannya saya mau merasa tinggi hati atau tidak sopan, tapi setiap ketidaksengajaan tersebut saya merasa anda tengah menatap saya,” kuberikan jeda untuk melihat reaksinya, “jadi saya kira, apakah ada yang salah dengan saya? atau barangkali ada yang hendak anda sampaikan berkaitan dengan hal tertentu?” ia masih menatapku beku.
***
kemudian aku terbangun dari bunga tidur. kencangnya hembusan pendingin ruangan perpustakaan ini membantuku dalam menyeka rasa kantuk yang tadinya menjalar. aku tidak sendiri melainkan ada seorang pria di sudut lain ruangan saat pertama kali aku sampai 2 jam lalu. sekarang aku mengecek keadaan sekitar dan dia masih di sana. sadar menjadi orang yang dicari, ia bahkan menoleh kepadaku.
jika ditambahkan dengan yang baru saja kualami di dunia mimpi, ini kali kesembilan mata kami bertemu dalam seminggu.
—Minggu, 15 Januari 2023 pukul 22.15
