what i listened to while i read this
panggilan sayang
pegangan tangan
perhatian
rasa aman dan nyaman
berbagi es krim kesukaan
berteman bisa
bermesraan juga bisa
bersama jalan-jalan
kelakar dan bercandaan
jangan bilang siapa-siapa. kenapa? biar kita saja yang paham
***
semalam aku berada di trotoar jalan gatot subroto, surakarta
mengikuti arus, jalanku tergopoh-gopoh karena tidak kuat mengemban perasaan sesak atas riuhnya lautan manusia
“ah, aku harus menepi.”
semenit kemudian pantatku sudah mendarat mulus pada sebuah serambi ruko
para penikmat malam minggu masih berlalu lalang tanpa henti
“satu, dua, tiga, empat… ratus,” banyak sekali
biasanya orang-orang tersebut jalan setidaknya berdua
kadang bertiga atau berempat
yang pasti jarang aku lihat orang jalan seorang diri—seperti aku
sembari bermain tangan, aku mengamati interaksi-interaksi mikro dari beberapa pejalan
manisnya pasangan muda-mudi kadang membuat senyum lahir di balik masker ini
ada pun sepaket ayah-ibu-anak yang memancarkan kehangatan hubungan di antara mereka
aku meyesal tidak membawa buku dan pena saat itu
hanya sedikit dari bentuk cinta yang bisa aku ingat dan tuliskan di sini
hebat, ya
mereka yang bermain peran
penonton turut merasakan
tapi bedanya itu bukan sandiwara
eh, iya, kan?
cinta sejati di dunia ini benar-benar ada, kan?
seperti apa, ya, sebenarnya bentuk cinta itu?
semoga kelak aku bisa berada di panggung tersebut
bersama seseorang untuk bermain peran bersama
hanya berdua, mesra
selama-lamanya
![]() |
| https://id.pinterest.com/pin/1050042469378487340/ |
—Minggu, 17 November 2024 pukul 19.03 WIB

No comments:
Post a Comment