what i listened to while i read this
“kita nggak bisa nyalahin masa lalu,” mataku menatap lurus pada pemandangan laut yang kosong. “tapi ironinya apa yang sudah terjadi memang seberpengaruh itu untuk masa kini, bahkan masa depan kita.”
angin sepoi menyibak anak rambutku. suara dahan dan daun yang berkelibatan memecah sunyi di antara percakapan kami. langit jingga semakin memerah bersamaan dengan larutnya sang surya di ufuk barat. seiringan dengan atensi yang kulayangkan kepada langit, sebuah bintang berekor panjang jatuh.
“lihat,” ujarku sambil menunjuk objek bercahaya tersebut.
“make a wish?” tanyanya.
“kamu percaya?”
ia mengangkat bahunya.
aku mengalihkan pembicaraan. “pasti bintang itu sudah tua banget. ia, kan, menempuh perjalanan berjuta-juta cahaya sebelum sampai di bumi ini.”
kebingungan untuk merespon, lawan bicaraku mengangguk pelan.
“menurutmu, ada, nggak, sih, hubungan antara bintang jatuh dengan harapan? padahal mereka, kan, cuma benda, bahkan itu adalah sebongkah meteor yang tersisa dari pembakaran di lapisan atmosfer. selain itu, mereka tua dan tak berguna karena datang dari masa lalu.”
bibirnya menyimpulkan senyum tanda mengerti. ia pun menjawab, “mungkin kita memang nggak bisa berdoa kepada bintang jatuh.” kedua lengan ia tegakkan ke belakang untuk menyangga tubuhnya sebelum melanjutkan, “tapi para scientist bisa belajar banyak dari seonggok batu itu. kita bisa menggali pelajaran astronomi, menambah ilmu geografi, dan sebagainya. jadi menurutku, nggak selamanya masa lalu bisa kita tolak mentah-mentah keberadaannya. ini semua tentang bagaimana kita memperlakukan hal tersebut, entah sebagai yang tak berharga atau sebuah mutiara.”
“jadi salahku, ya, kalau aku masih sedih karena masa lalu.”
ombak berdesir di hadapan kami. dunia semakin temaram; bulan telah menggantikan matahari sebagai pemeran utama pada panggung plafonnya bumi.
“nggak ada yang salah dari perasaan kamu. justru dengan kamu mau untuk mengakui perasaan itu, artinya kamu sudah jujur pada diri sendiri. terlepas dari siapa yang salah, kita bisa pikirkan itu nanti. semua butuh waktu, begitupun dengan memahami keadanmu.”
—Rabu, 29 November 2023 pukul 07.51 WIB
No comments:
Post a Comment