Tuesday, November 1, 2022

lucu

what i listened to while i read this

kalian ingat tentang pernyataanku tentangnya? ya, yang sewaktu itu aku bialng kalau dia tidak begitu menarik dan menyenangkan karena aku belum sama sekali mengenalnya dan dengan sisa-sisa kenangan pahitku bisa saja ia melakukan hal yang akan menyebabkan tragedi terulang lagi dan aku tidak dapat mempercayainya begitu saja? 


aku tarik ucapanku. 


sekarang kami tengah berjalan-jalan diiringi sepoi angin sore di bawah teduhnya langit sore sepualng sekolah. tangan kananku telah dipeluk oleh gelang hitam, begitupun dengan tangan kirinya. bagaimana dengan tangan kami lainnya yang tidak terbelenggu oleh aksesori tipis tersebut? tentu saja keduanya tertautkan erat dan berayun-ayun manja sepanjang jalan pulang. 


pada beberapa kesempatan aku meliriknya jahil sednagkan ia secara terang-terangan tersenyum menyadari hal tersebut. 


kami melakukan pemberhentian pertama pada kafe kecil yang tidak jauh dari rumahku. meja untuk empat orang kami pilih pada sudut ruangan. aku menjatuhkan diri pada sofa empuk itu. ia mengikuti di sebelahku. saat kuregangkan punggungku karena kuakui usia muda ini tidak menjamin lambatnya datang sebuah esensi lansia ia sekali lagi menatapku penuh arti. aku membalas tatapannya dengan sekali mengarahkan kepala ke atas seperti bertanya, “kenapa?”


ia hanya menjawab, “kamu lucu banget, sih.”


“apaan sih,” ujarku santai meski dalam diri ini hati sudah terbantai. ingin rasanya aku mengatakan, “kamu lebih lucu lagi karena bahkan aku tidak tahu di mana titik kelucuanku dan kamu masih saja mengatakannya dan jelas sekali hal itu membuatku salah tingkah padahal aku tidak seharunnya begitu kalau aku benar-benar merasa lucu yang artinya kamu telah berhasil meningkatkan rasa percaya diriku yang seharusnya kumiliki. terima kasih.”


minuman pesanan kami datang dan aku menegakkan badan untuk menyeduhnya. udara dingin ini memang pas untuk menikmati cokelat hangat.


melihat warna cokelat itu mengingatkan pada sebuah lelucon.


“kamu tahu kan, indonesia merupakan negara agraris terbesar setidaknya di antara negara-negara maju seperti amerika, zimbabwe,”


ia menahan senyumnya. jelas ia tahu bahwa aku merusaha membuatnya tertawa.


“nah indonesia jadi punya banyak wilayah yang menjadi lahan persawahan kan, ya? karena itu aku jadi bertanya-tanya.”


kepalanya ia telengkan, “apa, tuh?”


“tanah liat itu sebenrnya ngeliatin apa, sih?”


minuman di tenggorokannya sekarang kembali lagi ke mulut dan siap untuk menyembur sebelum ia menutupnya.


“hehe.”


“kamu lucu banget, sih.”


jokes-nya atau akunya?”


“dua-duanya.”  




—Selasa, 1 November 2022 pukul 00.07

No comments:

Post a Comment

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...