Wednesday, September 14, 2022

analogi tai

what i listened to while i read this

tidak berfaedah. kuhabiskan lebih dari 100 jam bersamanya dan semua pasti akan berkahir juga.


buat apa.. buat apa?


aku kembali mempertanyakan keberadaanku di sini.


sebenarnya, hati siapa yang aku indahkan, buah pikiran siapa yang aku terima, suara siapa yang aku dengar, entahlah.


runyam. semuanya berkecambuk di dalam diri ini. siap meledak kapan saja dibalut kuat sekaligus rapuhnya lapisan palsu rupa dan raga. 


perkara asmara aku memanglah masih bodoh. kuakui. 


“sepertinya bukan bakatku.”


“yah kalau begitu aku capek hidup, berarti bukan bakatku juga untuk hidup? aku harus mati, begitu?”


“eh, jangan dulu, lah. nanti siapa yang akan menemani aku jajan es krim tentrem di perempatna slamet riyadi?”


ia menatapku sambil menarik kedua sudut bibirnya, tidak tersenyum melainkan wajah datarlah yang ia persembahkan padaku.


“terlepas dari bakat atau tidak, kurasa,” tangan kanannya mengangkan botol air mineral berilustrasikan mata air pegunungan lengkap dengan belanganya. “hidup kita ini seperti tahi di sungai ini.”


aku sedikit tersentak. 


“mau tidak mau, ia harus keluar dair tubuh manusia. lalu ia akan melalui perjalanan panjang. ia akan kelaur dari tempat pembuangan ke sungai, mengalir tenang, diterjang badai, terus sampai ke tempat yang kita tidak ketahui. entah ia akan menjadi apa, tapi kotoran itu pasti harus selalu dikeluarkan. salah satu ciri makhluk hidup yakni mengeluarkan zat sisa, kan? kalau tidak, kita tidak akan bisa disebut makhluk hidup, atau setidaknya hidup dengan memiliki “hidup”.”


sekarang ia mendekatkan diri padaku dan menatapku lurus, “mau es krim stroberi atau cokelat? vanilla kayaknya enak nggak, sih?”


kuanggukkan kepala. entah pada wejangannya atau pertanyaannya. kurasa keduanya.




—Rabu, 14 September 2022 pukul 17.07

No comments:

Post a Comment

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...