what i listened to while i read this

debur ombak menyiratkan sejumput airnya
asin kristal sedikit tertanam pada wajahku yang langsung berhadapan dengan samudra
jingga siluet horizontal menemani kesendirian ini
aku tertanam nyaman pada pinggiran mulut pantai
sesekali tangnku meraih segenggam pasir putih di sebelahku
lantas kulempar jauh, yang berujung tak jauh dari perginya ia dari pikiranku
beberapa kali kulakukan hal yang sama, hasilnya pun persis
padahal aku tahu
seharusnya aku yang pergi dari tempat ini
aku tidak akan pernah bisa mengusir pasir dari pantainya
memang di sinilah ia singgah
kenapa aku masih bertahan jika melihatnya saja sudah buat mual?
telanjur nyaman, atau terlampau nyaman?
memang tidak mudah, tapi cobalah
kita tidak akan tahu, barangkali, besok akan ada yang menjemputmu
meraih tanganmu lembut sembari mengajakmu untuk beranjak
menuju keabadian. penuh akan hal yang tak akan tergantikan
tenang, ia akan datang
kamu hanya perlu bersabar
—Rabu, 1 Desember 2021 pukul 20.46
No comments:
Post a Comment