Wednesday, April 27, 2022

paripurna

what i listened to while i read this

kurebahkan tubuh mengikuti lekukan kursi ini. kekosongan masih nyaman menetap dalam dada di antara padatnya suasana menjelang berbuka. pramusaji hilir mudik menghidupkan kafe, persis seperti yang ada pada gim adik sepupuku dan gim masa kecilku dulu. kalau tak salah namanya dinner dash. sudahlah, ini tak penting karena sebentar lagi tokoh utamanya akan datang.


pukul enam kurang empat lima kudengar suara tawa yang tak lagi asing di telingaku. tetap berusaha menguasai suasana, aku memutar tubuh 180 derajat untuk menghadap pada empunya. itu dia. datang menyanding senyum yang ia tebar secara cuma-cuma, yang kuharap suatu saat dapat ia persembahkan spesial kepadaku. entah, aku hanya berharap, tapi tak juga bersemangat. maksudku, kalian tahu, kan, perihal masa laluku? ya begitulah.


semenit kemudian ia sudah membenamkan diri pada kursi di seberang. meski jarak yang terbentang hanya 2 meter, rasanya aku sudah sejauh dasaran palung mariana dengan gunung everest. inginku meminjam invisible cloak lantas pergi ke kursi sebelahnya yang terbengkalai tanpa penghuni, dan dengan puas menatapnya tanpa henti. rambutnya yang lurus itu ia biarkan tak karuan di atas dahinya, panjang, hampir seperti cap topi. sesekali ia berbicara dengan temannya dan tertawa. senyumnya? ah jika kalian merasakan menjadi diriku, kusarankan kalian untuk menyiapkan diri sebelum menyublim. perawakannya yang tinggi semampai seolah siap untuk selalu menjadi pelindungmu dari kesedihan, ditambah dengan bidangnya bahu itu yang kokoh menjagamu dalam hangatnya dekapan tulusnya.


selain rupanya yang paripurna, aku tak tahu menahu tentang dirinya. hanya kupahami bahwa dulu kami saling kenal dan pernah, mungkin jarang-jarang, menyapa sebagai kolega pada satu sekolah. 


“permisi, kak, benar pesanannya paket 4 dengan tambahan es krim sebagai makanan penutup?”


hadirnya mbak pramusaji di depanku membuyarkan angan. 


“iya, kak. benar.” 


beberapa sajian yang dikatakannya sebagai paket 4 mendarat mulus dan siap santap pada meja. tapi laparku tidaklah pada makanan, melainkan perhatian darinya seorang.




—Rabu, 27 April 2022 pukul 20.25

No comments:

Post a Comment

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...