what i listened to while i read this
aku membatu pada mading yang melekat pada dinding. mading itu kosong. pun pikiranku.
jam yang melingkar pada tangan kananku tak berhenti juga menjalankan roda giginya. detik berdetak. menit bercicit pada kali keenam puluh detik. pada senyap mataku mngerjap agar lamun segera menguap. seisi koridor ramai tapi tidak dengna pikiranku.
kosong melompong. tak ada pelangi usai badai. mereka berbohong.
sekarang aku menulis pada catatan cepat pukul enam lebih empat empat. tak ada yang menarik. itu hanyalah bualan.
sepertinya cukup. terima kasih atas sedekah waktumu pada tulisan tak tentu ini.
—Minggu, 24 April 2022 pukul 18.43
No comments:
Post a Comment