what i listened to while i read this
pikiranku terlayangkan pada saat kamu menatapku; ketika pandangan kita bertemu.
nggak ada yang kupikirkan selain ucapan profesor kelasku minggu lalu.
katanya, mata adalah bagian paling luar dari isi kepala kita karena dua bola segenggaman tangan itu terkoneksi langsung dengan yang namanya central nervous system dari otak. nggak ada yang kubayangkan selain kehebatan masing-masing kita untuk menelaah betapa besar makna diri kita hanya dengan menatap matanya saja.
dari situ aku berharap kalau isi kepalamu itu bisa benar-benar aku pelajari seperti apa yang sudah aku lakoni di kelas.
dari situ juga aku tahu kalau nggak semua memorimu berisikan canda dan tawa yang biasa kita bawa pada tiap kesempatan yang kian jarang. pasti banyak bagian berdebu yang kalau dipoles akan menyibak rahasia terpendam kamu itu. mungkin terdapat pula beberapa serpihan kaca yang siap menusuk siapa saja yang menyisiri sudutnya, menyisakan sedikit perih seusai menamatkan perjalanannya.
tapi nggak apa-apa, kok, aku siap menerima sendumu itu. aku juga siap senantiasa mengasihi saat-saat layumu. malahan, aku akan merasa sangat terhormat kalau bisa jadi bagian dari hari-harimu yang kelak menjelma kenangan yang hangat untuk selalu diingat.
sekali lagi, aku mengingat bagaimana rasanya menatapmu. aku mengingat betapa nyaman saat-saat bersamamu. aku mengingat sudah sekian pekan sejak terakhir kali kita pergi makan, yang mana jadi saat terakhir sebelum kita terpisahkan oleh jarak yang cukup membuatku terisak.
| "mau makan roti ini bersamaku?" |
ah, mata yang indah.
sampai kembali berjumpa, semoga segera.
—Jumat, 23 Agustus 2024 pukul 23.21 WIB
No comments:
Post a Comment