Sunday, December 11, 2022

kisah siput dan kelinci dan perbincangan sepulang sekolah

what i listened to while i read this

koridor sekolah ini lengang sebab jarum pendek jam analog yang terpatri pada dinding kelas telah sampai pada angka 5. disinyalir dari warna langit saat ini, semburat jingga kemerah-merahan menandakan hari telah memasuki sore menuju malam. kusapukan pandangan sepanjang jalan menuju gerbang utama menuju dunia luar. 


lima menit sudah aku berjalan. namun tak kuasa aku berhenti pada tujuanku, yakni gerbang raksasa sekolah. rasa-rasanya jarak antara kami hanyalah 50 meter. tapi kenapa, ya, aku tidak dapat segera melepaskan diri dari gedung ini?


oh, ternyata, “hey, siput! jalanmu lamban sekali.”


aku hanya tersenyum. “aku membawa rumah. harus kujaga sepenuh hati seperti diri sendiri. jangan sampai aku terinjak, atau bahkan terpeleset sehingga memecakan cangkangku sendiri.”


“kalau begitu caranya, bagaimana kamu mau cepat sampai pada tujuan? kamu mau pergi, kan?”


“apa salahnya menikmati jalan dengan pelan?” kuhentikan perjalananku sejenak untuk menjawabnya. “daripada terburu-buru dan barang bawaanmu jatuh semua. lihatlah sisa kenangan yang berserakan di belakang.”


aku menghela napas.


***


pada akhirnya aku hanya punya diriku. aku adalah rumahku sendiri. ke mana aku akan pergi, itu adalah urusanku. 


ya, mungkin kamu akan sedikit terganggu dan merasa iba sebab aku terseok-seok atas sebuah usaha untuk beranjak dari satu tempat ke tempat lainnya. maaf, ya, kamu harus melihatnya. tapi kupastikan, aku akan bahagia. pada akhirnya aku akan bahagia. jika tidak sekarang, mungkin setelah ini. sedetik setelah ini, bisa jadi.


***


aku sembuh! aku sampai! 


percaya, kan, semua ada waktunya? 




—Minggu, 11 Desember 2022 pukul 16.37

No comments:

Post a Comment

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...