what i listened to while i read this
aku tidak tahu harus berkata apa melainkan, “sebentar, ya.”
tapi aku tahu, kata sebentar ini tidak akan menjadi sama, bukan laiknya yang biasa. sebentar ini barangkali selamanya.
selamanya aku tak akan pernah selesai dengan naskah cerita kita.
cerita yang bersama kita rajut dengan menyatukan dua hati yagn rapuh. penuh ragu kulangkahkan kaki maju, bersamamu yang menggenggam tanganku sekaligus hati yang tak hentinya berpacu. pelan tapi pasti, kamu menyembuhkanku dari masa lalu. aku belajar menerima, berbicara, terbuka, setidaknya dengan kamu yang amat sangat kusayang.
setidaknya pernah begitu.
sekarang hari itu datang.
setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
aku tidak berkata kita pernah benar-benar dengan sengaja bertemu. aku tidak berkata kita pernah benar-benar berharap untuk dapat segera bersatu.
“sebenarnya, kita ini apa?”
untuk benar-benar dapat memberi jawaban yang benar, aku butuh
jeda.
sebentar, ya.
—Kamis, 28 Juli 2022 pukul 20.26
No comments:
Post a Comment