Sunday, August 18, 2024

nggak lama

what i listened to while i read this

mataku mengerjap cepat saat udara pagi menyambar sebuah daun yang terbang dan hinggap di mukaku. aku meringis karena meski sedikit perih, keadaan itu cukup lucu jika aku mempunyai kemampuan untuk jadi orang ketiga serba tahu yang menonton sendiri keadaanku saat itu. 


setelah berlari selama beberapa saat aku merasa capai. maka dari itu, aku memutuskan untuk bersantai di bawah pohon trembesi yang sudah tumbuh menjulang, memberikan suasana teduh bagi siapa saja yang bersandar di batangnya yang sebesar dekapan dua orang dewasa. sembari menggerak-gerakkan kedua kaki sebentar, aku memutuskan untuk duduk dan menanggalkan penyuara jemala yang telah setia menjadi penyemangat lari pagi ini. akhirnya perasaan lega memenuhi dada. 


sembari berderma dengan embusan napas yang harapannya penuh dengnan karbon dioksida kepada pepohonan di atasku ini, aku memutuskan untuk mendengarkan suara alam. gemeresik suara daun cokelat yang bergesekan di atas tanah memberi kesan tersendiri bagiku. mereka seolah menjelma menjadi sebuah kumpulan nasihat tentang siklus hidup.


bahwasannya daun yang sudah tidak hijau mestinya tak lagi terikat pada dahan atau bahkan sekadar ranting pohonnya. ia akan tersapu angin dan pelan-pelan tapi pasti menyatu dengan tanah, tempatnya dulu dilahirkan yang sekarang menjadi pusaranya bermuara. kemudian, ia akan bersatu dengan bumi, menyburkan tanaman induknya. lagi dan lagi, proses itu berulang pada daun-daun lainnya.


apakah tidak cukup jelas kalau pada akhirnya kita akan menemui hari akhir kita masing-masing? 


akan tetapi, ingat juga kalau kita masih punya hari ini.


Summer Strike (2022)


masih banyak sunrise yang belum kamu tangkap pemandangan indahnya. jangan menyerah sekarang. lanjutkan perjalanannya.


ingat juga dengan lis toko es krim yang ada di buku catatan kamu itu. sempatkan waktu untuk mengapersiasi diri.


ada lebih banyak lagi orang yang akan datang dan pergi membawa bunganya masing-masing. meski mawarnya cantik, ia masih berduri. kalau sedap malamnya wangi, ia hanya akan terasa ketika kamu sudah siap-siap ke alam mimpi. apapun bunga yang akan ditanam di pekarangan rumahmu itu, jaga baik-baik. jangan dibandingkan, jangan dilupakan. semuanya cantik dan mesti ada untuk memberi makna di hati.


hidup ini nggak lama. jadi suburkanlah tiap detiknya, bersatulah dengan ruang dan masa selagi masih ada. jangan membuatnya terlewatkan sia-sia.


aku pun bangkit dari istirahatku dan mulai berjalan pulang. sepertinya saat ini waktu yang tepat untuk menyiram tanaman mama di depan jendela kamar.




—Minggu, 18 Agustus 2024 pukul 23.16 WIB

Tuesday, August 6, 2024

selamat pagi, cinta

what i listened to while i read this


pagi ini aku bangun subuh dan membaca sebuah buku, seperti biasa. kemudian, menunggu pukul tujuh pagi datang, aku terlelap sejenak. tidurku ringan di dalam angan, seperti berselimutkan awan dan permen kapas manis yang siap membuat siapa saja yang merasakannya tersenyum meringis. dibangunkan oleh bunyi burung hantu dari telepon pintar, suara denting notifikasi pesan juga datang menyertai. meski setengah kesadaranku masih di udara, aku menatap layar redup tersebut. sebuah figur yang familiar tampil sebagai pengirim ucapan selamat pagi paling manis seantero jagad. aku tersenyum simpul sambil meletakkan kembali benda itu, berharap aku bisa bangun dari mimpi indah ini. setelah beberapa saat aku mendekatkan lagi handphone itu. ternyata bukan mimpi. pria itu adalah entitas nyata, paling kukagumi sepanjang masa, dan sekarang namanya bahkan sedekat genggaman tangan. ah, indahnya perasaan jatuh cinta.




—Selasa, 6 Agustus 2024 pukul 21.01 WIB

Sunday, July 7, 2024

pahami aku

what i listened to while i read this


aku ingin pergi. bukan karena aku tak suka. aku hanya tak sanggup terus terpana akan semua pesona sembari menerima secara cuma-cuma cinta darimu yang mungkin saja fana. 

aku ingin pergi. bukan karena aku sudah bosan. aku hanya takut kalau kita mungkin takkan sampai di tempat tujuan sesuai harapan. 

aku ingin pergi. bukan karena aku merasa tersakiti. aku hanya tak ingin membuatmu selamanya menjadi antagonis di dalam logikaku meski kamulah penyejuk sejati dari sanubari ini. 

aku ingin pergi. bukan karena aku lebih memilih berhenti daripada jalan terus meski sama kamu. aku hanya tak sampai hati kalau di tengah jalan nanti kamu merasa direpoti ketika aku tidak waras lagi. 


aku ingin pergi. aku ingin pergi karena aku benar-benar cinta padamu. biarkan aku pergi. kalau kamu benarlah peduli, biarkan aku pergi.




—Minggu, 7 Juli 2024 pukul 21.13 WIB

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...