Friday, July 28, 2023

#FFFFFF

what i listened to while i read this

ia menyapaku lewat sepinya. tak ada sesosok atau benda bahkan sebongkah remahan kue di sini. seluruh sisi ruangan ini diselimuti warna putih. eh, bagaimana, ya, aku menyebutnya? sebab tak ada warna lain yang hadir, aku menyebutnya warna putih walau aku pun sebenarnya tidak yakin bahwa putih akan sebersih ini. tapi apakah putih itu benar-benar ada? atau jangan-jangan itu bukanlah sebuah warna? putih hanyalah basis dari hal-hal di sekitarnya, ialah yang memancarkan kebenarannya, menjadikannya berwarna-warni, penuh arti, dan berarti.


bayangan diriku pun yang seharusnya menempel pada diri sekarang melayang entah ke mana. apakah tidak ada yang tersisa dalam diri ini?


hampa.



—Jumat, 28 Juli 2023 pukul 20.50 WIB

Sunday, June 25, 2023

dunia

what i listened to while i read this



kutumpukan kedua tanganku pada lutut yang telah melampau puluhan ribu kilo. berangsur-angsur napas yang tadinya tersengal mulai menyesuaikan diri. setelah akhirnya sampai di garis merah yang melintang jalan, kutatap keadaan sekitarku. lengang. perlombaan telah selesai. gagap gempita yang tadinya memenuhi tempat telah meleraikan diri, bubar.


dari belakang arahnya, sebuah tangan menepuk pundak kananku. 


“selamat, ya.”


aku mengangguk tegar. 


kedua pasang mata kami bertemu. tak kuasa aku melepas ikatan ini. mata itu.. meski indah, meski selalu berhasil menyibakkan gundah, tiap detik pertemuan kami kali ini lebih memilih untuk menyiratkan rasa layu. semakin lama semakin nestapa rasanya.


tapi daripada sebuah tangisan, tawa payaulah yang keluar dari bibir ini. “ini nggak akan jadi yang terakhir, kan?” kupaksakan diri untuk brepaling dari wajahnya dan melanjutkan, “ini bukan akhir dari dunia.”


ia menundukkan kepala. sepersekian detik kemudian tangannya meraih lenganku. setelah penyusuran singkatnya dari siku hingga pergelangan tangan, jemarinya yang panjang itu berakhir pada genggaman erat pada jari-jariku. 


“tapi kamulah duniaku.”


lagi-lagi aku membohongi diri. 


“apa, sih? alay.”


mata kami sama-sama berbinar. tapi miliknya lebih tepat untuk dikatakan berlinang. 



—Selasa, 30 Mei 2023 pukul 02.27


ditulis di negeri raflesia, dipublikasikan di negeri tulip.

Friday, March 17, 2023

bunga

what i listened to while i read this

hari ini bunga sedikit layu. meski begitu, banyak lebah berlalu lalang 


lantas 


hinggap 


(dirasanya para lebah itu banyak cakap. 

membuat udara pengap) 


bunga merasa berharga. 


tapi di dalam benaknya, ia menanti datangnya sang kupu-kupu. 


kupu-kupu yang jelita, sang pemberi bahagia, 


di mana kah dia? 


suatu hari yang tak begitu berarti, pagi tidak hujan lagi seperti dini hari, pertemuan penuh arti akhirnya terjadi. terhempaslah risau sanubari. terima kasih hari ini.




—Jumat, 10 Maret 2023 malam

aku adalah peran figuran

what i listened to while i read this panggilan sayang pegangan tangan perhatian rasa aman dan nyaman berbagi es krim kesukaan berteman bisa ...